Selamat Datang Di AgentPools.com logo-182-x-73-2

Home / Berita Ragam / Dasar Kurang Ajar, Cucu Sendiri Diembat
Dasar Kurang Ajar, Cucu Sendiri Diembat

Dasar Kurang Ajar, Cucu Sendiri Diembat

I Made Nadiana alias Jero Dindin (59) harus mempertanggungjawabkan tindakan buruknya terhadap Ni Luh RR (14) yang tak lain adalah cucunya sendiri.

Peradilan perdana kasus tersebut dimulai pukul 12.00 WIB di Pengadilan Negeri (PN) Bangli, Rabu (26/7/2017).

Dalam surat dakwaan yang dibacakan oleh jaksa Ni Nyoman Budiasih, terungkap bahwa sekitar bulan Januari 2016 sampai Oktober 2016, terdakwa dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan dengan memaksa anak perempuan bernama Ni Luh RR untuk melakukan hubungan seksual di ruang tamu rumah terdakwa di Kecamatan Tembuku, Bangli.

Jaksa Lanjutan Ni Nyoman Budiasih, tindakan terdakwa dimulai saat Ni Luh RR sedang menonton TV saat tidur di ruang tamu.

Tiba-tiba terdakwa datang dan memeluk Ni Luh RR dari samping dengan posisi terdakwa di paha Ni Luh RR.

Selanjutnya terdakwa mencoba bercinta Ni Luh RR, korban yang kaget melihat aksi terdakwa berusaha menahan diri dengan menggeser posisi tidur dari posisi telentang ke posisi miring.

Namun, karena kehilangan kekuatan, Ni Luh RR tidak mampu bertarung dan akhirnya mengundurkan diri disetubuhi oleh Made Nadiana.
“Selanjutnya, tubuh Ni Luh RR ditarik sampai posisinya berubah menjadi telentang ke atas. Sementara tangan saksi dipegang erat dalam posisi bersilang di depan dada dengan menggunakan satu tangan terdakwa,” kata Budiasih.

Setiap hubungan seksual berlangsung sekitar lima menit “Setelah berhasil menyita saksi, terdakwa kemudian meninggalkan ruang tamu ke kamar terdakwa saat saksi masih tidur di ruang tamu,” kata Budiasih.
Budiasih juga mengatakan, setiap melakukan aksinya, terdakwa selalu melempar ancaman dengan kata-kata “De Orange mengajak nini nah” (jangan bilang siapa-siapa, red).

Sebenarnya, hubungan intim yang dilakukan terdakwa untuk yang kedua sampai yang ketiga dilakukan dalam jangka waktu sepuluh bulan.
Akibat tindakan terdakwa, saksi berusia 14 tahun tersebut hamil dengan usia kehamilan 7-8 bulan.

Karena tindakannya, terdakwa diancam dengan kejahatan dalam Pasal 81 ayat (3) UU RI No. 23/1999. 35 tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Pengadilan tersebut dipimpin oleh majelis hakim, AA Putra Wiratjaya dengan agenda pembacaan dakwaan.
Jro Dindin didampingi kuasa hukumnya, I Wayan Wira.

Saat disambangi Tribune Bali, Dindin mengenakan kemeja putih yang dibungkus rompi oranye mengaku jika di dalam penjara belum ada satu keluarga pun yang mengunjunginya, termasuk cucunya.

“Belum ada keluarga yang berkunjung, saya juga tidak tahu apakah cucu saya telah melahirkan,” katanya.

Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Leave a Reply

Your email address will not be published.