Selamat Datang Di AgentPools.com logo-182-x-73-2

Home / Berita Ragam / Lagi-Lagi Kejamnya Manusia, Membuat Air Mineral Palsu Demi Keuntunganya
Lagi-Lagi Kejamnya Manusia, Membuat Air Mineral Palsu Demi Keuntunganya

Lagi-Lagi Kejamnya Manusia, Membuat Air Mineral Palsu Demi Keuntunganya

Pernahkah Anda menemukan air mineral dalam botol yang baru saja dibeli memiliki cita rasa saat diminum? Meski samar, apakah rasanya menyerupai air kelapa? Jika ya, berhati-hatilah! Saat rasa hadir, kecurigaan kuat dari botol yang digunakan sebagai kemasan adalah produk daur ulang.

“Daur ulang plastik bisa menghasilkan bahan kimia, salah satunya adalah asetaldehid yang bisa mengeluarkan rasa seperti buah,” kata Insinyur Utama Pusat Teknologi Pengkajian dan Penerapan Teknologi Polimer (BPPT) Johan A Nasiri.

Rasa yang terasa lidah dari air mineral yang dikemas dalam botol daur ulang, disebut Johan, antara lain menyerupai air kelapa. Sayangnya, katanya, rasa yang hanya samar-samar tercekik membuat tidak banyak orang menyadarinya.

“Terlebih lagi, banyak (oknum) penjual yang mengatakan bahwa ada rasa air kelapa menandakan kualitas airnya bagus,” tambah Johan.

Namun, semoga Johan, konsumen harus lebih berhati-hati. “Bagaimana cara mendeteksinya seperti sebelumnya, ada atau tidak rasa air kelapa,” panggilnya.

Repotnya, tambah Johan, jika isi kemasan botolnya bukan air mineral, tapi minuman yang memang memiliki rasa, apalagi rasa buah. “(Will) sulit dideteksi,” katanya.

Apa itu asetaldehida?

Senyawa alami asetaldehid hadir dalam buah dan kopi matang. Dalam pengolahan plastik, kata Johan, senyawa kimia tersebut dibuat karena degradasi termal polimer, seperti saat didaur ulang.

Manajer Uji Eksperimental Teknologi Polimer BPPT, Syuhada, menambahkan, kemungkinan besar, ada residu asetaldehida yang tertangkap pada saat mengisi air ke dalam botol daur ulang produk daur ulang.

“Produk konsumsi sebaiknya tidak menggunakan kemasan daur ulang,” kata Syuhada. Menurut dia, acetaldehyde merupakan salah satu senyawa berbahaya bila dikonsumsi, apalagi dalam jangka panjang.

Efek konsumsi asetaldehida jangka panjang meliputi iritasi pada kulit, mata, selaput lendir, tenggorokan, dan saluran pernafasan. Biasanya, ada juga gejala mual, muntah, dan sakit kepala.

Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Leave a Reply

Your email address will not be published.