Selamat Datang Di AgentPools.com logo-182-x-73-2

Home / Heboh / Kena Handy Talky Saat Operasi Zebra, Mahasiswa Ini Diantar Kerumah Sakit
Kena Handy Talky Saat Operasi Zebra, Mahasiswa Ini Diantar Kerumah Sakit

Kena Handy Talky Saat Operasi Zebra, Mahasiswa Ini Diantar Kerumah Sakit

Ratusan mahasiswa memprotes pembantaian warga Bulukumba akibat dipukuli selama operasi zebra di depan Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel di Makassar, Selasa (14/11/2017) siang.

Demonstrasi yang digelar oleh mahasiswa dari Kabupaten Bulukumba itu berakhir ricuh sampai ada pertandingan fisik dengan polisi.

Awalnya mahasiswa dan polisi terlibat mendorong dan menarik di depan Direktorat Lalu Lintas Direktorat Kepolisian Sulawesi Selatan untuk keluar dari Jalan Pettarani AP yang merupakan jalan trans-South.

Kekacauan diintensifkan saat Kapolres Panakukang Compt Ananda Harahap dilanda oleh seorang demonstran. Ananda sangat marah dan berusaha menangkap pelaku namun dicegat oleh siswa lain.

Akhirnya, seorang mahasiswa yang diduga mengalahkan kaptenekta Panakukang diamankan ke markas Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Selatan. Kekacauan bisa dibungkam saat polisi dan mahasiswa menahan diri.

“Saya mencoba mengeraskan para siswa saat mereka ingin aksi melebarkan jalan. Uh, bahkan perut saya pun tertabrak, saya akan memproses orang yang memukul saya,” kata Ananda di depan siswa dengan nada emosional. Direktur Lalu Lintas Kepolisian Sulawesi Selatan, Kombes Agus Wijayanto kemudian menemui para siswa dan menerima aspirasi mereka.

Agus menjelaskan, anggota lalu lintas yang melintas saat operasi zebra sedang diproses oleh Propam Polres Bulukumba.

“Seorang petugas polisi yang memukul orang selama operasi zebra sedang diproses oleh undang-undang, saya minta maaf atas kematian warga Bulukumba dan ini adalah sebuah kecelakaan. Proses hukumnya tidak seperti membalikkan bakwan, karena ada tahapan,” jelasnya. .

Setelah mendapat penjelasan dari Direktur Polisi Lalu Lintas Sulsel, situasi memanas menjadi harmonis. Siswa dan polisi terlihat berjabat tangan.

Sementara seorang mahasiswa yang telah diamankan dilepas setelah mendapat saran dari Kapolsekta Panakukang.

Aksi demonstrasi mahasiswa ini berawal dari meninggalnya warga Kabupaten Bulukumba, Zainal Abidin karena dipukul dalam operasi zebra pada 4 Oktober 2017 kemarin.

Saat itu, sepeda pigmen Zainal Abidin rekannya di daerah Tabbuttu, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba.

Melihat operasi zebra, motor yang dikendarai Zainal Abidin untuk menghindari dan ingin membalik arah. Seorang anggota Polisi Resor Bulukumba handy talky mengenai kepala bagian belakang Zainal Abidin.

Zainal dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Hanya korban yang dirujuk ke Makassar dan menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Faisal Islam.

Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Leave a Reply

Your email address will not be published.