Selamat Datang Di AgentPools.com logo-182-x-73-2

Home / Berita Ragam / Kisah Pedih Pemulung Bantar Gerbang, Coba Baca, Anda Akan Ikutan Menangis
Kisah Pedih Pemulung Bantar Gerbang, Coba Baca, Anda Akan Ikutan Menangis

Kisah Pedih Pemulung Bantar Gerbang, Coba Baca, Anda Akan Ikutan Menangis

Ketika sebuah truk sampah masuk ke zona pembuangan di Lokasi Pengelolaan Sampah Terpadu Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat, hari itu, Darta (35) sangat gembira.

Pemulung dari Indramayu ini berharap bisa mendapatkan barang bekas yang harganya mahal karena beberapa hari sebelum pendapatannya kecil.

Setelah truk berhenti, mulai sampah ke bawah. Darta dan teman-temannya sudah siap di sekitar truk.

Piring plastik hitam yang terlihat rapi keluar semua dari dalam truk. Melihat penampilan plastiknya, Darta menambahkan kegembiraan.

Tapi apa yang terjadi kemudian benar-benar tak terduga!

“Antara lucu dan unik, satu mobil, itulah keistimewaan pembalut wanita,” katanya dari sebuah hotel di Jakarta, semuanya terbungkus tas plastik hitam, saat dibuka dengan alat sanitasi, “kata Darta di rumahnya, tentang Bantargebang TPST.

Selama tiga tahun sebagai pemulung di Bantargebang TPST, pengalaman Darta tidak selalu mengecewakan. Suatu hari ia memiliki pengalaman yang menyenangkan.

Sementara mengais barang bekas, matanya hampir tak percaya saat melihat perhiasan.

“Saya juga ketemu emas, tiga gram, jadi saya bisa jual Rp400 ribu,” katanya.

Darta menambahkan rekannya sesama pencari kedua bahkan menemukan dollar.

Menjadi pemulung hampir selalu mendapat pengalaman tak terduga. Di TPST Bantargebang, katanya, sudah ada cerita yang kemudian membuat banyak orang sadari dengan makna kehidupan ini. Saat itulah menemukan tubuh bayi.

” Dulu ada bayi yang terbuang, sudah dalam keadaan bauk. Jadi kita memadati kuburan, “katanya.

Kehidupan pemulung sangat dinamis. Seperti kesedihan menjadi makanan sehari-hari.

Darta kemudian menceritakan sebuah pengalaman yang mengerikan. Saat pemulung sedang sibuk mengais barang bekas yang telah dibongkar dari truk yang baru saja datang dari Jakarta, salah satu dari mereka tidak sadar akan pencakar yang menuntunnya.

” Kami takut sih sebenarnya alat berat yang sama. Tapi itu sudah biasa. Dulu ada kecakar langsung ke desa. Kami sempet ke kantor, akhirnya ada yang dibilangin jangan deket, kita punya jarak 10 meter dari alat. Tapi kalau orang mulung, pengin bisa ya bisa dekat saling rebutan, “kata Darta.

Penghasilan lumayan

Resiko adalah bagian dari kehidupan. Walaupun banyak kejadian, hal itu tak mengurungkan niat pemulung untuk mencari nafkah secara halal.

Darta mengatakan penghasilan dari memulung barang bekas lumayan bila dibandingkan hasil burung mencangkul di kampung halaman.

”Iya, hasilnya ya lumayan mulung. Sehari ya penghasilan minimal seratus ribu. Kadang bisa lebih. Kerja saya juga dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore, kalau capek kadang bisa pulang istirahat dulu. Kalau di kampung kan jadi petaninya ikut orang, jadi sehari cuma dapat Rp40 ribu hasil nyangkul,” kata Darta.

Hasil dari penjualan barang bekas, biasanya Darta kirimkan ke kampung halaman.

”Kalau nabung mah masalah kita itu. Kadang tiap bulan juga cuma sisa uang Rp30 ribu. Kadang nggak ada. Uangnya ya kalau ada disimpan untuk yang di kampung. Di kampung kan saya punya dua anak dari istri sebelumnya, dari istri yang sekarang nggak punya anak. Mantan istri saya juga sudah nikah lagi, jadi terbantu sedikit sayanya,” kata dia.

Fasilitas kesehatan

Pemerintah Jakarta sudah memberikan fasilitas kesehatan bagi sebagian pemulung di Bantargebang.

Menurut data sementara, jumlah pemulung di TPST Bantargebang mencapai sekitar enam ribu orang yang tersebar di beberapa zona.

Mereka diberikan fasilitas kesehatan karena dinilai turut berkontribusi meminimalisir volume sampah warga Jakarta yang masuk ke Bantargebang.

Beberapa waktu yang lalu, Wakil Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta Dinas Kebersihan DKI untuk teliti dalam memilah para pemulung yang akan difasilitasi asuransi.

“Jangan sampai ada pemulung yang hanya numpang nama saja, tapi aktivitas mereka di luar Bantargebang,” katanya.

Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Leave a Reply

Your email address will not be published.