Selamat Datang Di AgentPools.com logo-182-x-73-2

Home / Berita Ragam / Tangisan Sang Istri Yang Dituduh Mencuri Ampli
Tangisan Sang Istri Yang Dituduh Mencuri Ampli

Tangisan Sang Istri Yang Dituduh Mencuri Ampli

Air mata Siti Zubaedah (25) telah habis karena menangis atas kematian suaminya. Muhammad Al Zahra alias Joya (30) tewas ditangan massa yang dituduh mencuri ampli musala di Desa Muara Bakti RT 012/07, Desa Muara Bakti, Kabupaten Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (1/8) malam.

“Saya yakin suami saya tidak seperti itu, bukan pencuri yang dituduhkan,” kata Zubaedah saat ditemui di rumahnya di Kampung Jati RT 04/05, Desa Cikarang Kota, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis (30/3/2017). ).

Saat diwawancarai, Zubaedah membelai perutnya berkali-kali. Saat itu, ia hamil dengan anak kedua berusia enam bulan.

“Saya belum memikirkan apa yang akan terjadi setelah kejadian ini,” kata Zubaedah.

Zubaedah mengungkapkan, selama ini sang suami bekerja sebagai service loudspeaker atau amplifire. Ia juga meyakini, amplifire yang ada di lokasi tersebut dimiliki oleh suaminya yang baru saja membeli dari orang lain.

Nahas, warga yang berada di lokasi tersebut hanya menunjuk dan menuduhnya sebagai pencuri.

“Suami saya sering membeli amplifier bekas dari orang lain di rumah amplifire yang diperbaiki untuk dijual kembali,” Zubaedah menjelaskan.

Sementara itu, Pandi (40) ayah Zubaedah yang sebenarnya setuju dengan kata-kata anak itu. Pandi percaya bahwa saat insiden menantu laki-laki itu menurunkan amplitudonya dari sebuah sepeda motor untuk menghindari pencurian. Tapi usaha menantu rupanya dianggap sebaliknya. Joya bahkan menuduh pencuri oleh warga setempat.

“Menantu saya adalah orang yang taat dan rajin, dan saya yakin dia ingin menurunkan amplifasinya untuk shalat, tapi dia diteriaki pencuri,” kata Pandi.

Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Leave a Reply

Your email address will not be published.